Priya Santosa

Priya Santosa, S.Pd, M.Pd.I ...

Selengkapnya

"MENULIS SEBAGAI TRADISI"

Salah seorang sutradara yang terbaik di Hollywood pernah mengatakan bahwa pekerjaan yang paling memusingkan kepalanya adalah disaat harus menghadapi aktor-aktor baru, karena kebanyakan mereka ini sangat sulit untuk menjadi diri mereka sendiri. Mereka ini lebih suka meniru dan berimitasi untuk menjadi Mel Gibson, Client Eastwood, Lana Turner kedua dan sebagainya.Tak ada seorang pun di antara mereka yang pada awalnya mencoba untuk menjadi diri mereka sendiri. Para penonton sudah sangat mengenal perwatakkan dan tingkah- laku aktor-aktris yang sudah tenar, dan mereka ingin melihat sesuatu yang baru, suatu penampilan yang bukan tiruan, akan tetapi yang benar-benar asli, demikian ungkap Sutradara tersebut..

Sutradara tersebut bernama Sam Wood itu, sebelum memimpin film ternama seperti " Good Bye, Mr. Chips" dan " For whom The Bell Tollt?\ telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menggali pengalaman dalam bab penilaian tingkah-laku dan tabiat seseorang yang dapat dimanifestasikannya ke dalam fihn-filmnya. Dari pengalaman itulah ia mengambil kesimpulan bahwa: Jalan yang terbaik dan aman dalam mencapai sukses dari sebuali film: Mencoret nama-nama aktor -akrris yang selalu cenderung untuk meniru tingkah laku aktor-aktris yang telah lebih dulu tenar. William James yang temama pernah menyatakan bahwa: "Rata-rata orang hanya dapat mengembangkan se persepuluh dari kemampuan mental yang ada padanya dibandingkan bagaimana seharusnya seseorang itu berkembang menurut pembawaannya. Kita ini hanya setengah sadar dan menggunakan hanya sebagaian kecil dari sumber-sumber kemampuan fisik dan mental pada diri kita. Dipandang dari keseluruhan dapat diambil kesimpulan bahwa manusia kebanyakan hidup di bawah batas-batas kemampuan yang dimilikinya. Bermacam-macam kemampuan yang gagal dimanfaatkannya."

Kita memiliki kemampuan masing-masing, maka tak ada gunanya kiranya untuk menghabiskan waktu bercemas diri, hanya karena kita tak dapat menjadi seperti orang lain. Semua makhluk hidup sesuatu yang baru di dunia fana ini. Tak pernah terjadi seseorang benar-benar sama ( sama sekali kembar ) dengan kita dan sampai dunia tiba pada akhirnya nanti, tak akan lahir lagi seseorang yang sama dengan kita. Atau tidak ada anak ayam yang persis sama dalam satu enggram induk ayam yang sama.

Ilmu pengetahuan baru yang disebut Genetika (Tentang pewarisan sifat-sifat keturunan) mengajarkan bahwa saya adalah saya sendiri. Sebagai hasil dari 23 kromososm yang dicurahkan oleh ayah saya dan 23 kromosom lagi oleh ibu saya. Ke 46 kromosom tersebut berisi segala sesuatu yang menentukan warisan siapakah saya ini sebenarnya. Di dalam setiap kromosom terdapat ribuan gen dan dalam kasus tertentu, sebuah gen akan mampu merobah kehidupan seseorang. Memang, kita ini diciptakan dengan sangat mengesankan dan menakjubkan!

Bahkan setelah ibu dan ayah bertemu dan melakukan pembuahan, hanya ada satu kemungkinan dari 300.000.000, baliwa manusia akan dilahirkan itu adalah saya! Dengan kata lain, apabila saya mempunyai saudara kandung sebanyak 300.000.000, maka tak seorang pun yang sama sekali mirip atau sama dengan saya. Apakah ini ilmu kira-kira ? Tidak! Ini adalah fakta yang dibeberkan oleh ilmu pengetahuan kepada kita. Kalau kita ingin lebih mengetahui tentang hal-hal tersebut di atas, cobalah beli di toko buku atau pinjam di perpustakaan sebuah buku berjudul: You And Heredity, karya Amran Scheifeld. Berikut cu plikan seorang penulis pemula yang mencoba menjadi orang lain:

" Se tahun penuh saya bakerja menjiplak karya-karya orang lain dan akhimya hannya masuk ke keranjang sampah, karena tak ada seorang pengusaha pun yang mau membacanya. Saya gagal lagi. Kubenahi diriku dan mulai lagi. Kali ini saya bisikkan pada diriku sendiri: Kau haws menjadi Dale Carnegie, dengan s&gala kesalahan dan keterbatasannya. Kau tak dapat menjadi orang lain. Maka saya pun mulailah meninggalkan kebiasaan mengkombinasikan karya-karya orang lain, menyingsingkan lengan baju memulai suatu pekerjaan yang seharusnya sudah saya kerjakan sejak awalnya; Saya menulis buku tentang cara berbicara di depan umum dengan dasar pengalamanku sendiri, dengan observasi dan mendengarkan dengan tekun bila add pembicara atau pengajar cara berbicara yang sedang melakukan tugasnya. Saya belajar dari apa yang dikatakan oleh Sir Walter Releigh (Guru besar Sastra Inggris dan Oxford, Th. 1904 ): " Saya tak dapat menulis buku yang setaraf dengan Shakespeare," katanya:" Tetapi saya dapat menulis bukuku sendiri."

Meskipun W Clement Stone dan Norman Vincent Peale telah mempromosikan cara berpikir yang positif selama bertahun-tahun, baru akhir-akhir ini ada penelitian serius yang memperkuat bahwa: Rasa optimistis memberikan sumbangan yang berarti terhadap kesehatan, umur panjang, kreativitas dan kesuksesan seseorang dalam menempuh karier. Memang, sikap optimistis atau pesimistis sangat mempengaruhi hasil kerja. Maka, menerima diri sendiri tanpa syarat seperti kita menerima orang lain merupakan metode yang positif dalam upaya menumbuhkan rasa optimistis untuk menekuni dunia tulis menulis itu. Tidak lupa menghilangkan standar berpikir ganda seperti Amerika, Dengan bersikap lunak terhadap kelemahan orang lain, sementara bersikap keras terhadap kekurangan diri sendiri. Bila hal ini dilakukan, rasa percaya diri akan tumbuh dengan cukup kuat, sehingga akan tahan banting terhadap kekecewaan atau kegagalan.

Selanjutnya hanya dengan rasa cinta dan penerimaan diri, energi mental dan spiritual yang tersembunyi dalam din kita bisa"lepas". Apa yang diwasiatkan Shakti Gawair pengarang Creative Visualization mengajarkan agar setiap hari kita menulis atau mengucapkan semacam "mantera" berikut ini untuk membentuk pandangan yang positif terhadap hidup dan menumbuhkan kreativitas:

· Saya menerima diri sepenuhnya, saat ini juga

· Saya mencintai diri secara utuh, apa adanya

· Saya akan selalu memperbaiki diri

· Semua perasaan saya adalah bagian dari diri saya

· Saya pribadi yang cukup baik dan pantas dicintai, bagaimanapun perasaan saya

· Saya bahagia telah dilahirkan dan bersyukur bisa hidup

Seperti perjalanan penulis Dale Carnegie dan para penulis -penulis besar yang menemukan dirinya sendiri, banyak penulis terkenal mengalami pasang-surut, mulai diejek, dikembalikan naskahnya maupun kekecewaan lain. Apa yang dikatakan pujangga besar Emerson dalam Esainya :" Kekuatan yang ada pada seseorang adalah sesuatu yang baru alamiah dan tak seorang lain pun yang tahu apa yang dapat dilakukannya, dan si empunya pun tak akan menyadarinya sebelum ia mencobanya."

Sebagai penulis pemula tentunya kita juga memerlukan pembangunan mental dalam menekuni dunia tulis -menulis, saya sendiri butuh waktu dua-belas tahunan guna membiasakan setiap malam berlama-lama di depan komputer, dan ini sungguh amat berat dalam mengawalinya kalau kita tidak mempersiapkan dengan niat yang jujur. Adakalanya dalam pertumbuhan habit atau kebiasaan itu, timbul rasa jenuh dan mengabaikan akan tugas-tugas dalam keluarga, tetapi itulah konsekuensi dan dedikasi yang harus kita pikul, mulai niat, ancang-ancang teruss start menjadi penulis.

Dolopo, Desember 2018

Priya Santosa

Santri SAGUSABU Ngawi dan P4TKIPA CIMAHI

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Alhamdulillah luar biasa goresannya Pak, semoga kita mulai menyadari diri kita.

06 Dec
Balas

Ya b syofni itrima kasih ni masih belajar menulis. Salam literasi

06 Dec

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali